Hari masih sore, 20 menit saja baru lewat dari pukul lima sore. Riuh rendah obrolan para penghuni kantor yang akan beranjak pulang membuat hangat suasana dingin akibat cuaca yang sedang hujan ditambah lagi pendingin udara di dalam ruangan. Raut wajah bersemangat hendak cepat-cepat pulang terlihat sekali. Dimanapun ada libur dalam hari kerja pasti disambut sumringah. Apalagi sekarang akan menambah panjang liburan akhir pekan, sehingga terlihat sebelum pukul lima pun sudah beres-beres. Begitu pukul lima teng, semua sudah beranjak dari tempat duduk masing-masing; ada yang langsung pulang, banyak yang masih bercengkrama sekedar basa-basi sambil turun menuju parkiran.
Sepertinya tinggal saya dan seorang petugas kebersihan yang masih sibuk sekarang. Saya pura-pura sibuk dengan komputer jinjing saya, dan bapak diluar sana sibuk dengan puluhan gelas yang sedang dicucinya. Tampaknya semua sudah berhamburan ingin segera tiba di rumah masing-masing, atau punya agenda jalan-jalan lainnya. Banyak yang memaknai hari ini hingga hari minggu besok sebagai kesempatan untuk rehat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Sebagian teman-teman yang beragama Nasrani pastinya tidak sependapat dengan hal ini. Gimana bisa rehat sejenak, setiap hari akan ada ibadah di Gereja. Rangkaian Pekan Suci yang dimulai dari hari Minggu Palma kemarin, akan memasuki puncaknya pada hari Minggu Paskah. Sebelum sampai Minggu Paskah, ada 3 hari penting yang menjadi misteri iman; yakni : Kamis Putih, Jum'at Agung, dan Sabtu Tirakatan Kebangkitan Tuhan. Tiga hari tersebut menjadi perayaan penting dalam tradisi dan perayaan keimanan, sehingga bagi pemeluk Nasrani menjadikan hari-hari tersebut sebagai suatu kesempatan untuk berlibur rasanya kurang bijak.
Terlepas dari bagimana saya, anda, dan kita menyikapi tiga hari ke depan, esensinya lebih kearah apa yang bisa saya lakukan saat ini. Memanfaatkan waktu secara berkualitas menjadi dilema bagi orang-orang penduduk kota Jakarta. Berapa banyak waktu yang digunakan secara berkualitas dengan orang-orang yang terdekat di rumah? Perjalanan pergi pulang ke tempat kerja sepertinya lebih panjang dibandingkan waktu yang digunakan untuk bersama-sama dengan keluarga. Langkanya waktu kosong ini membuat saya melihat orang-orang begitu terobsesi dengan yang namanya hari libur. Begitu ada kalender untuk tahun berikutnya, selalu yang dicari adalah tanggal-tanggal merah yang artinya bolong alias libur alias kosong dari aktifitas dan rutinitas kerjaan. Celakanya, sudah melihat dan membuat rencana panjang kali lebar kali tinggi untuk mengisi liburan tersebut, ternyata esensi dari memanfaat waktu secara berkualitas pada hari libur tersebut sering kali malah terabaikan.
Apa yang akan anda lakukan dalam tiga hari kedepan? Sudahkah anda menyediakan waktu yang berkualitas dengan keluarga anda? Sudahkah anda menyediakan waktu yang berkualitas untuk membangun relasi dengan Sang Pencipta?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar