Senin, 14 April 2014

(masih) mamalia

Setelah hampir 2 tahun tidak pernah menengok barang sebentar pun ke blog ini, akhirnya malam ini entah mengapa ada dorongan untuk kembali bernostalgia. Sekedar untuk membaca 3 hasil iseng yang biasanya memang terjadi begitu saja, celakanya malam ini akan terjadi buah keisengan yang lainnya. Tidak pernah konsisten memang untuk selalu menuangkan sederetan peristiwa yang terjadi sehari-hari, dan kok ya malam ini baru "jreng" dan langsung merangkaikan kata-kata ini.

Lebih sering kusut berpikir ini itu tidak jelas juntrungannya, buntut-buntutnya bete sendiri karena memang tidak ada hasil akhir dari aktifitas itu. Mau ketak ketik panjang lebar, males. Enakan bengong, manyun, sambil dahi berkerut-kerut mikirin semua realitas hidup. Realitas hidup yang dekat saja dahulu, ya... tidak jauh-jauh dari kehidupan pribadi. Daripada mikirin carut marut keadaan negara, mikirin konsep kepemimpinan masa depan, apalagi sampai mikirin gimana nanti peta politik bangsa ini.

Kusut bin ruwet. Nah tapi itu ya, coba ada orang yang hidupnya enak nyaman tentram sejahtera senang selalu sampai bingung kenapa ga punya masalah. Apakah mungkin? Rasanya semua orang punya masalah dan kesusahannya masing-masing. Tapi celakanya, orang sangat senang membentuk persepsi yang positif kepada orang lain. Dan celakanya pula, orang lain hanya menangkap hal-hal yang menyenangkan saja dari kondisi orang lain tersebut. Kadang suka rancu kalau ada orang yang terlihat bahagia, selalu senang hidupnya, dikelilingi kemasyuran pula; apa iya semuanya seindah kelihatannya? Semoga memang demikian adanya, tapi ada bagian lain yang saya dan orang lain yang tidak tahu apa yang menjadi kesulitan dan masalah orang serba oke itu.

Sudah menjadi dorongan dasar manusia yang terprogram dalam otak mamalia bawaan orog, pasti ingin menghindari ketidak-nyamanan, kesulitan, kesengsaraan; dan sebaliknya ingin meningkatkan kenikmatan, kesenangan, kenyamanan, dan panjang kali lebar kali dalam semua yang namanya kemudahan. Mudah mencari jodoh, mudah mengumpulkan uang, mudah melakukan yang disenangi, nyaman bepergian dari satu tempat ke tempat lain tanpa susah-susah kepanasan atau kehujanan, dan semua yang memanjakan dirinya. Coba kalau dipikir, pasti anda pun demikian kan? Apa iya anda mau menjalani hidup yang susah? Susah mencari jodoh, susah mengumpulkan uang, susah melakukan hal-hal yang disenangi, mau bepergian repot kudu cape pegel jalan kaki sampai kaki anda kapalan, dan membuat hidup anda ruwet? Pastinya sudah dipastikan anda maunya dari enak semakin enak lagi, dari nyaman semakin nyaman lagi.

Secara logis, dorongan otak mamalia yang ada di alam pikiran manusia tersebut tidak dapat terelakan lagi. Menutup malam ini, ingin sekedar berpikir sendiri, dan mengajak juga anda melayangkan pikiran anda pada sederetan kisah dan kenangan anda, bagaimana metamorfosis kehidupan anda? Semoga dengan mengajak membuka kenangan masa lalu ini membuat kita senantiasa selalu berterima kasih dan bersyukur. Sudahkah anda bersyukur atas apa yang anda miliki dan ada pada diri anda saat ini?





Tidak ada komentar:

Posting Komentar